Jembatan Putus, Rumah Hanyut! Gubernur Al Haris Turun Tangan, Minta Status Darurat Segera Ditetapkan

oleh -35 Dilihat
oleh
Gubernur Jambi, Al Haris, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga di Kabupaten Merangin.

SWARAJAMBI.NET, MERANGIN – Banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi memicu kerusakan serius di wilayah Kecamatan Pamenang dan sekitarnya di Kabupaten Merangin, Gubernur Jambi, Al Haris, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga.

Kunjungan dilakukan di Desa Pulau Bayur, Sabtu (2/5/2026) malam. Di sana, gubernur berdialog dengan masyarakat yang terdampak banjir, menyerap langsung keluhan serta kebutuhan mendesak.

Dalam keterangannya, Al Haris mengaku prihatin atas musibah yang melanda warga di Desa Pulau Bayur dan Desa Selango. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah menghadapi cobaan.

“Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri, dan jadikan ini sebagai momentum introspeksi,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan dampak banjir cukup parah. Jembatan gantung utama di wilayah tersebut dilaporkan putus, sementara sejumlah rumah warga hanyut terseret arus deras.

Melihat kondisi itu, Al Haris langsung meminta Pemerintah Kabupaten Merangin segera menetapkan status tanggap darurat bencana.

“Dengan status darurat, bantuan dari provinsi dan pusat bisa cepat turun. Kita harus bergerak bersama, berbagi peran antara kabupaten, provinsi, hingga pusat,” tegasnya.

Tak hanya itu, gubernur juga menyoroti faktor penyebab banjir yang tidak semata-mata karena alam. Ia menyinggung adanya kerusakan lingkungan sebagai salah satu pemicu.

“Selain faktor cuaca, ada juga dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini harus jadi perhatian bersama,” katanya.

Sebagai langkah cepat, Pemprov Jambi berjanji akan menyediakan perahu penyeberangan gratis bagi warga, terutama pelajar yang terdampak putusnya akses jembatan.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Selama jembatan belum dibangun, kita siapkan perahu gratis,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah berkomitmen membangun jembatan permanen yang lebih kokoh dan tahan banjir, bahkan bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin, Khafid, melaporkan banjir dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut hampir dua hari sejak 26 April 2026.

Di Desa Pulau Bayur saja, tercatat 82 kepala keluarga terdampak, tiga rumah hanyut total, dan akses utama warga lumpuh akibat jembatan gantung yang putus.

“Fokus kami saat ini adalah pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.