Hoaks Jelang Pesta Adat Ngundo Menantu, Pemkab Bantah Isu Iuran Wajib OPD

oleh -31 Dilihat
oleh

SWARAJAMBI.NET, MUARABUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian angkat bicara terkait isu yang beredar menjelang pelaksanaan acara adat Lek Ngundo Menantu putra Bupati Bungo.

Isu yang menyebut adanya pungutan atau iuran wajib kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan nilai mencapai jutaan rupiah tersebut adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar hukum maupun instruksi resmi.

Kabar itu dipastikan tidak benar

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa informasi mengenai adanya permintaan dana antara Rp6 juta hingga Rp10 juta per OPD merupakan hoaks yang tidak berdasar.

“Tidak ada perintah, baik secara lisan maupun tertulis, yang mewajibkan OPD menyetorkan dana untuk acara tersebut. Jika ada oknum yang mengatasnamakan pihak tertentu, itu di luar tanggung jawab kami dan dipastikan ilegal,” tegas Taufik.

Ia menjelaskan, kegiatan yang akan digelar pada Senin, 4 Mei 2026 itu merupakan acara keluarga yang dikemas dalam balutan adat istiadat Melayu Jambi. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa melibatkan kewajiban administrasi ataupun penggunaan anggaran dari OPD.

Terkait keberadaan stand makanan yang disebut-sebut sebagai bagian dari pungutan terselubung, Taufik meluruskan bahwa hal tersebut murni bentuk partisipasi sukarela dari masyarakat dan kerabat.

“Ini adalah wujud kearifan lokal. Tradisi gotong royong dan kebersamaan masyarakat Jambi dalam memeriahkan pesta adat. Tidak ada unsur paksaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Taufik juga menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebut dirinya tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Ia mengaku bukan menghindar, melainkan terkendala waktu komunikasi yang dinilai tidak wajar.

“Pesan konfirmasi masuk pukul 23.00 WIB dan 01.00 dini hari. Pada waktu tersebut tentu saya sudah beristirahat. Jadi bukan berarti kami bungkam,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya etika dalam praktik jurnalistik, terutama dalam hal komunikasi dengan narasumber.

“Kami menghargai kerja rekan-rekan media. Namun, kami juga berharap ada waktu yang wajar untuk merespons. Menghubungi di tengah malam lalu menyimpulkan tidak ada tanggapan tentu kurang berimbang,” tambahnya.

Pemkab Bungo mengimbau seluruh pegawai dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah mengajak semua pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif menjelang pelaksanaan prosesi adat tersebut.

“Mari kita jaga kebersamaan dan fokus pada pelestarian adat Melayu Jambi melalui Ngundo Menantu ini. Jangan sampai isu yang tidak benar justru merusak nama baik daerah,” tutup Taufik.(*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.