Demi Kopi Robusta Kerinci, Kadis Kominfo Jambi Rela Susuri Medan Ekstrem ke Tamiai

oleh -55 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah menghadiri langsung Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

SWARAJAMBI.NET, KERINCI – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah menghadiri langsung Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Sabtu (23/5/2026). Kehadiran Ariansyah mewakili Gubernur Jambi, Al Haris.

Festival tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat potensi kopi robusta lokal sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat di kawasan pegunungan Kerinci.

Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robi Fathir, Kepala BPDAS Batanghari, jajaran pejabat Eselon II Kabupaten Kerinci, camat dan Forkopimcam Batang Merangin, Komunitas PPKJ, kepala desa Tamiai dan Pasar Tamiai, para petani kopi hingga tamu undangan lainnya.

Ariansyah mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tari Persembahan sebelum rombongan berjalan kaki menuju lokasi panen kopi milik Wawan, petani kopi robusta Tamiai.

Perjalanan menuju lokasi panen tidak mudah. Rombongan harus menempuh perjalanan sejauh tiga kilometer dengan waktu sekitar satu jam berjalan kaki di medan menantang.

“Sesampainya di lokasi, kami disuguhkan pemandangan yang indah di ketinggian 1.200 mdpl,” ujar Ariansyah.

Ia menjelaskan, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama, panen kopi robusta, serta penanaman tanaman sela berupa alpukat jinger, petai dan lamtoro.

Menurut Ariansyah, semangat masyarakat dalam menjaga kualitas kopi robusta Tamiai layak mendapat apresiasi. Meski akses menuju perkebunan cukup sulit, hal itu tidak menyurutkan antusiasme petani maupun pemerintah daerah dalam mengembangkan kopi unggulan Kerinci.

“Kami membutuhkan waktu 30 menit menggunakan kendaraan roda dua atau lebih dari 60 menit berjalan kaki dengan jalan yang ekstrem karena diguyur hujan menuju lokasi panen kopi robusta Tamiai,” katanya.

Ia berharap Festival Panen Rayo Kopi Robusta dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkenalkan kopi robusta Tamiai lebih luas lagi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Kerinci.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.