SWARAJAMBI.NET, MUARABUNGO – Dalam rangka mengantisipasi dampak fenomena El Nino 2026 yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Bungo menggelar Apel Kesiapsiagaan pada Senin (27/4/2026) di Lapangan Apel Polres Bungo.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo Indriadi dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektoral. Turut hadir perwakilan dari Kodim 0416 Bute, Pengadilan Negeri Bungo, Kejaksaan Negeri Bungo, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Basarnas, jajaran pejabat utama Polres Bungo, serta unsur Forkopimda dan perwakilan perusahaan di wilayah Kabupaten Bungo.
Kegiatan ini melibatkan kekuatan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, Damkar, hingga tim penanggulangan karhutla dari perusahaan setempat. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh perubahan iklim.
Dalam amanatnya, Wakapolres Bungo menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel, sarana prasarana, serta memperkuat sinergi antarinstansi.
“Fenomena El Nino 2026 diprediksi akan menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menekankan tiga pilar utama dalam kesiapsiagaan bencana, yakni kesiapan personel, kesiapan peralatan, dan kesiapan prosedur. Selain itu, seluruh pihak diminta mengesampingkan ego sektoral serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berpotensi menimbulkan karhutla, tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga kehidupan masyarakat di bantaran sungai.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga akan dilakukan secara tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan terukur dalam merespons setiap potensi bencana. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dan peralatan penanggulangan karhutla guna memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi siap digunakan.
Apel kesiapsiagaan berakhir pada pukul 09.10 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.(*)
Pewarta: Suzan Zukrina





