Dukung Permen ESDM No 14, Gubernur Al Haris Buka Ruang Legal Sumur Minyak Liar

oleh -136 Dilihat
oleh
Gubernur Jambi Al Haris bersama Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ke Station Tanki Pertamina di Tempino, Muaro Jambi, Rabu (31/12/2025).

SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris mengemukakan, kedepan tidak ada lagi sumur minyak liar. Masyarakat dapat mengelola sumur minyak melalui wadah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi, atau UMKM, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah menyabarkan permen nomor 14 bahwa sumur minyak nantinya akan dikelola oleh Bundes sesuai dengan Izin pengelolaan sumur minyak masyarakat diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Hari ini kita lihat langsung bersama Wamen,” kata Gubernur Al Haris saat mendampingi Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot Tanjung ke Station Tanki Pertamina di Tempino, Muaro Jambi, Rabu (31/12/2025)

” Kerja Sama dengan BUMD/Koperasi/UMKM Sumur minyak dan gas bumi (migas) milik masyarakat akan dinaungi oleh BUMD/Koperasi/UMKM melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kerja Sama Operasi/Teknologi, Kerja sama antara kontraktor suatu wilayah dengan mitra, melalui kerja sama operasi atau teknologi,” sambungnya

Gubernur mengharapkan kedepannya tidak ada lagi sumur sumur minyak liar yang tidak memiliki izin.

“Sekarang masyarakat sudah di beri ruang untuk berkerja sama melalui BUMD/Koperasi,UMKM, silakan pilih usaha yang mana, jangan ada lagi yang ilegal,” ujarnya.

Dilegalkan, kata gubernur, untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional, mendukung ketahanan energi, dan mencapai swasembada energi. “Peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat juga pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu Wamen ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan, hari ini meninjau langsung penampungan minyak bagi masyarakat yang dikelolah oleh masyarakat. Nantinya akan berkerja sama dengan BUMD/Koperasi dan UMKM.

“Hasil pengelolaan 240 barel yang berpontesi menjadi peningkatan di sumur sumur masyarakat, kita mengharapkan dari sumur masyarakat ini bisa menghasilkan 1000 barel perhari, agar kebutuhan masyarakat setempat bisa terpenuhi, jadi Jambi termasuk aman dalam BBM nya,” sebutnya.

Selain itu, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menata kegiatan penambangan minyak rakyat agar beroperasi secara aman, berkelanjutan dan tetap menjaga lingkungan.(*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.