Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut, 4 Anggota TNI dan 9 Warga Sipil Tewas

oleh -303 Dilihat
oleh
Ilustrasi

SWARAJAMBI.NET – Ledakan terjadi saat pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).

Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas akibat ledakan amunisi tersebut.

Sembilan di antaranya merupakan warga sipil. Empat korban lainnya adalah anggota TNI AD.

“Korban 13 orang, 4 dari TNI dan 9 dari warga sipil,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi seperti dikutip Antara.

Kristomei menyebut seluruh korban jiwa yang meninggal di tempat telah dievakuasi dari lokasi ledakan menuju RSUD Pameungpeuk untuk autopsi dan pemulasaraan jenazah.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat terkait di tempat untuk mengamankan lokasi peledakan, dan meng-clear-kan lokasi tersebut karena kami khawatir masih ada ledakan-ledakan lainnya,” kata Kapuspen.

Mayjen Kristomei melanjutkan TNI saat ini berkonsentrasi menyelidiki sebab peledakan tersebut. “Ke depan kami akan detilkan apa penyebab di balik ledakan tersebut,” kata Kristomei.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga membenarkan adanya insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut. KSAD menyebut kejadian itu masih diinvestigasi.

Ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat beberapa petugas dari TNI Angkatan Darat hendak memusnahkan amunisi tidak layak pakai atau kedaluwarsa di sebidang lahan milik BKSDA Garut, yang biasa menjadi tempat pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI AD.

“Lahan peledakan milik BKSDA Garut yang sudah rutin digunakan untuk pemusnahan amunisi yang sudah expired (kedaluwarsa) tadi,” kata Kristomei.

Bahan-bahan peledak yang dimusnahkan itu merupakan barang milik TNI Angkatan Darat, tepatnya dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad).

 

Nama-nama korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa:

 

1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan;

2. ⁠Mayor Cpl Anda Rohanda;

3. ⁠Sdr. Agus bin Kasmin;

4. ⁠Sdr. Ipan bin Obur;

5. ⁠Sdr. Iyus Ibing bin Inon;

6. ⁠Sdr. Anwar bin Inon;

7. ⁠Sdr. Iyus Rizal bin Saepuloh;

8. ⁠Sdr. Toto;

9. ⁠Sdr. Dadang;

10. ⁠Sdr. Rustiawan;

11. ⁠Sdr. Endang;

12. Kopda Eri Dwi Priambodo;

13. Pratu Aprio Setiawan.

 

 

 

Sumber: Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.