Lapas Muarabulian Nyatakan Perang Terbuka terhadap Narkoba dan HP Ilegal

oleh -825 Dilihat
oleh
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muarabulian Muhammad Ilham Santoso Sahdani foto bersama staf.

SWARAJAMBI.NET, BATANGHARI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muarabulian Muhammad Ilham Santoso Sahdani buat gebrakan. Meski baru menjabat, Ilham sudah berani dan tegas menyatakan perang terhadap peredaran narkoba dan penggunaan handphone (HP) ilegal di dalam lingkungan lapas.

Hal itu disampaikan Ilham dihadapan staf dan jajarannya di Lapas Muarabulian baru-baru ini.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Muhammad Ilham Santoso Sahdani, Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, menyatakan perang terhadap narkoba. Saya menjamin tidak ada peredaran narkoba dan handphone di dalam Lapas Muarabulian,” ujar Ilham.

Ia tidak akan mentolerir praktik-praktik yang melanggar hukum di dalam lapas.

“Saya berjanji akan menindak tegas apabila terjadi pelanggaran tersebut,” katanya lugas, tegas, dan tanpa basa-basi

Ia menambahkan, pernyataannya ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan gangguan keamanan akibat penggunaan HP ilegal.

“Komitmen bersama ini diharapkan tak hanya meningkatkan kedisiplinan internal, tetapi juga memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menjaga marwah lembaga pemasyarakatan,” imbuhnya.

Pernyataan ini bukan sekadar simbolik. Ilham mewakili generasi pemimpin pemasyarakatan yang siap membongkar stigma lama dan memulai era baru: bersih, transparan, dan penuh integritas.

Gerakan ini didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang telah memberi waktu 1 minggu kepada seluruh Kakanwil dan Ka. UPT di Indonesia untuk membuat pernyataan terbuka ke publik dan media. Sebagai bukti nyata bahwa reformasi bukan slogan kosong.

“Jika masih ada yang bermain-main dengan narkoba atau handphone, warga binaan akan langsung kami pindahkan ke lapas dengan pengamanan superketat. Dan bagi pegawai, hukum adalah jawabannya. Tidak ada perlindungan bagi pelanggar,” tegas Ilham.

Langkah tegas ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat dan media lokal, yang menyebut gebrakan ini sebagai momentum kebangkitan Lapas Muara Bulian sebagai teladan nasional.

“Pemasyarakatan adalah pengabdian. Dan saya pastikan, Lapas Muara Bulian tidak akan menjadi tempat berlindung bagi kejahatan. Di sini tempat untuk berubah dan dibina — bukan untuk mengendalikan kejahatan dari dalam,” pungkasnya.(*)

 

Pewarta: Eddwardi

No More Posts Available.

No more pages to load.