SWARAJAMBI.NET, JAMBI – Sejumlah wilayah di Kota Jambi kembali terendam banjir akibat hujan deras dengan durasi yang panjang yang terjadi pada Minggu (30/3/2023) dan Senin (31/3/2023) pagi.
Termasuk wilayah sekitaran kawasan Jambi Business Center (JBC) yang ikut terdampak. Hal itu akibat debit volume air yang besar.
JBC sendiri telah membuat kolam retensi dengan kapasitas 3600 m3 untuk menampung debit air agar tidak meluap ke pemukiman warga sekitar. Hanya saja, kolam retensi itu turut menampung limpahan air dari Jamtos, Mayang, Tugu Juang, dan Sungaikambang sehingga debit airnya over kapasitas.
Kondisi demikian diperparah oleh kondisi saluran drainase di pemukiman sekitar JBC yang belum tertata dengan baik serta penyumbatan akibat sampah Rumah Tangga.
Saat ini, JBC juga sedang melakukan revisi desain pintu air kolam retensi sebagai bagian dari upaya pengendalian arus keluar masuk air. Revisi ini bertujuan memisahkan drainase kota dan drainase JBC, sesuai dengan hasil rapat pembahasan AMDAL.
Berdasarkan kesepakatan dalam rapat tersebut, air dari drainase kota tidak boleh dibendung. Oleh karena itu, posisi pintu air akan diubah, dan seluruh proses pembangunan akan dilakukan setelah pengesahan adendum dokumen AMDAL.
JBC telah melakukan sosialisasi kepada warga di sekitar kawasan mengenai hal ini. Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan perwakilan warga yang ikut serta dalam pembahasan AMDAL.
“Sehingga informasi terkait perubahan desain pintu air telah disampaikan secara langsung,” ujar manajemen JBC pada rilis pers yang diterima swarajambi.net, Senin (31/3/2025).
JBC terus berkomitmen untuk menangani permasalahan banjir yang terjadi sekitar JBC dengan sebaik-baiknya dan bekerja sama dengan pihak terkait guna memastikan solusi yang berkelanjutan.(*)





