SWARAJAMBI.NET – Waspadai gejala flu A dan HMPV yang tengah menjadi perhatian global usai dilaporkan terjadi lonjakan kasus di Tiongkok.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH mengatakan bahwa flu A atau influenza tipe A sendiri merupakan virus yang memang menjadi salah satu penyebab utama flu musiman.
“Jadi virus ini bukan virus baru dan sudah lama ada, bersirkurasi, dan endemik. Virus ini sangat menular dan bisa menyebabkan infeksi bukan hanya saluran pernapasan atas, tapi juga bawah,” terang Dicky kepada wartawan, Sabtu (4/1/ 2025).
Dijelaskannya, flu A memiliki gejala khas yang serupa dengan flu pada umumnya, yakni demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan.
“Sebetulnya influenza A ini salah satu yang dipantau ketat, di waspadai karena memiliki potensi menyebabkan pandemi jika varian barunya muncul yang bisa menyebar luas di antara manusia,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa situasi influenza tipe A saat ini masih pada level yang belum membahayakan atau belum meningkatkan kekhawatiran.
Selain flu A, Negeri Tirai Bambu tersebut juga tengah diserang wabah human metapneumovirus (HMPV).
“(HMPV) ini adalah virus pernapasan yang sebetulnya pertama kali diidentifikasi di tahun 2001, mirip atau sama dengan RSV (respiratory syncytial virus),” lanjutnya.
Virus ini diketahui sering menyerang anak-anak karena masih pada masa pertumbuhan perkembangan imunitas.
Selain itu, orang tua tak luput menghadapi risiko lantaran imunitasnya yang semakin menurun.
“Dan individu, mau itu muda atau tua, yang terganggu atau bahkan cenderung lemah imunitasnya,” tambahnya.
Adapun gejala penyakit ini juga hampir sama seperti penyakit flu pada umumnya atau flu-like syndrome (FLS).
“Gejalanya hampir sama dengan semua jenis virus sebetulnya, ada yang disebut dengan flu-like syndrome, itu batuk, demam, hidung tersumbat, bahkan ada sedikit sesak napas.”
“Pada kasus berat, untuk HMPV, ini bisa berkembang menjadi bronkitis dan pneumonia,” lanjutnya
Sementara itu, penularan dari flu A dan HMPV ini juga sama.
“Melalui droplet atau percikan air liur yang dihasilkan saat seseorang batuk, bersin, atau bicara. Termasuk kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau bahkan dari sentuhan permukaan yang terkontaminasi,” bebernya.
Maka dari itu, penting untuk melakukan sejumlah cara untuk mencegah penularan virus, salah satunya dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Editor: Darmanto Zebua
Sumber: Disway






