SWARAJAMBI.NET – Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Indra Sjafri membeberkan alasan timnya gagal membongkar pertahanan Yordania yang bermain dengan 10 orang. Diantaranya tidak menemukan solusi yang tepat dalam membongkar pertahanan Yordania.
“Kita yang mendominasi serangan problemnya dengan dia (Yordania) kurang orang, kita nggak bisa membongkar ke compact defense,” kata Indra Sjafri dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Timnas U-20 Indonesia harus mengakui keunggulan Yordania 0-1 dalam turnamen ujicoba Mandiri U-20 Challenge Series 2025, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (24/1/2025) malam.
Yordania unggul 1-0 terlebih dulu lewat gol Mahmoud Mohammad Ali pada menit ke-3.
Kemudian mereka harus bermain 10 pemain usai kiper mereka Salameh Ali dikartu merah pada menit ke-17.
“Secara mental memang enggak ada masalah dan mereka berupaya coba cuman mungkin, tidak menemukan solusi yang tepat,” sambungnya.
Membongkar pertahanan lawan dengan bermain melebar, Indra Sjafri mengatakan sudah dilakukan timnya. Hanya saja sirkulasi bola yang mungkin kurang cepat.
“Saya minta sirkulasi bola harus cepat dan tendangan jarak jauh dicoba, yang keempat penetrasi dicoba dan berapa kali nyangkut ya, ” ujarnya.
“Jadi kita sudah lakukan kita melebar kita tendang jarak jauh ya, tapi belum berhasil, nanti kita akan matangkan lagi dan uji coba in,” tambahnya.
Timnas U-20 Indonesia memiliki peluang besar mencetak gol di babak kedua lewat eksekusi penalti Welber Jardim.
Namun pemain Sao Paulo U-18 gagal mengirim bola masuk ke gawang.
“Tentu hasil pertandingan memang kita kalah 1-0 tetapi kita bisa melihat di babak pertama ya mereka sesuai dengan apa yang kita rencanakan,” kata Indra Sjafri.
“Dari awal bahwa kita akan bermain dari built up konsolidasi distribusi dan finishing dan itu berapa kali di babak pertama kita bisa bermain dari bawah secara progresif ke depan,” terangnya.
“Tapi setelah itu ada kesempatan penalti ya tidak masuk ya,” katanya.(*)





