Hasil Quick Count Pilkada DKI: Duet Pramono-Rano Unggul dari Rivalnya, Raup 49,93 Persen Suara

oleh -193 Dilihat
oleh
Pramono Anung-Rano Karno

SWARAJAMBI.NET – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, unggul sementara berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei Charta Politika dan Saiful Mujani Research Center (SMRC). Hasil hitung cepat itu berdasarkan data pada Rabu (27/11/2024) sore.

Hasil quick count Charta Politika menunjukkan pasangan calon nomor urut 3, Pramono-Rano, meraup 49,93 persen. Sementara pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, menempel dengan perolehan 39,55 persen. Pasangan nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana, memperoleh 10,53 persen.Sampai pukul 16.21 WIB, data yang masuk ke lembaga survei Charta Politika sebanyak 86 persen.

Berdasarkan hasil hitung cepat Saiful Mujani Research Center, pasangan Pramono-Rano meraup 50,8 persen suara.Sementara Ridwan Kamil-Suswono memperoleh 39,07 persen. Pasangan independen, Dharma-Kun, mengantongi 10,13 persen.

Hingga pukul 16.24 WIB, data yang masuk ke lembaga survei SMRC sebanyak 80,67 persen.

Pramono Anung mengklaim dirinya dan Cawagub Rano Karno unggul jumlah exit poll dan hitung cepat (quick count) sementara.

Bahkan diklaim Pramono Anung bahwa dia dan Rano Karno sukses memiliki jumlah pemilik terbanyak di hampir seluruh wilayah Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Pramono Anung saat menggelar konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu, 27 November 2024.

“Dari hasil exit poll maupun quick count, sekarang ini sudah di angka 85 perse, menunjukkan pasangan nomor 3 Mas Pram dan Bang Doel unggul,” katanya.

Hasil dari exit poll dan quick count yang telah dilakukan belum dapat dijadikan sebagai hasil resmi Pilkada Jakarta 2024.

Nantinya, pengumuman resmi akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta setelah melakukan proses rekapitulasi suara secara menyeluruh.

Meskipun demikian, Pramono Anung mengungkapkan bahwa sementara ini terdapat keunggulan di hampir seluruh wilayah Jakarta.

Akan tetapi ia juga memberikan himbauan kepada para pendukungnya untuk tetap bersabar menunggu hasil penghitungan suara yang akurat.

Dalam konteks Pilkada Jakarta, kandidat yang berhasil menjadi pemenang harus memperoleh suara sebanyak 50% ditambah 1.

Apabila tidak ada kandidat yang mencapai ambang batas tersebut, maka akan diadakan putaran kedua untuk menentukan pemenang final.(*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.