AKP Dadang Dipecat, Begini Motif Kabag Ops Bunuh Kasatreskrim Polres Solok Selatan

oleh -145 Dilihat
oleh
konferensi Pers kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan dengan tersangka AKP Dadang

SWARAJAMBI.NET– Kasus polisi tembak polisi di Polres Solok Selatan akhirnya dibeberkan melalui konferensi pers. Peristiwa biadab terbunuhnya Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari usai ditembak Kabag Ops AKP Dadang ternyata mengejutkan.

Penyidik Polda Sumbar menyebut alasan Kabag Ops Polres Solok Selatan membunuh Kasatreskrimnya karena tidak senang rekannya melakukan penegakkan hukum kasus tambang.

Dirkrimum Polda Sumatera Barat, Kombes Andry Kurniawan mengatakan berdasarkan penyelidikan pihaknya tersangka diduga tidak senang terhadap korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terkait motif yang bersangkutan adalah merasa tidak senang di mana rekanan pelaku ini dilakukan penegakan hukum oleh korban,” katanya kepada awak media, Sabtu 23 November 2024.

Tersangka kemudian mencoba meminta tolong kepada korban untuk menunda penegakkan hukum itu. Namun, permintaan itu tak direspons korban.

“Sehingga yang bersangkutan mencoba meminta tolong kemudian tidak ada respons,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri beri kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada almarhum Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari.

Irwasum Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan hal itu sebagai bentuk penghormatan terakhir pada korban.

Kapolri menaikkan pangkat korban setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya, yakni ajun komisaris polisi (AKP) menjadi komisaris polisi (kompol). Kompol Anumerta Ulil dinyatakan gugur saat melaksanakan tugas.

“Ya benar, Bapak Kapolri memberikan KPLB pada korban yang gugur saat bertugas,” katanya kepada awak media, Sabtu 23 November 2024.

Dituturkannya, kenaikan pangkat luar biasa Kompol Anumerta Ulil diberikan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1926/XI/2024 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta bagi Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Keputusan itu diteken Kabag Pangkat Biro Pembinaan Karier Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Kombes Fadly Samad atas nama Kapolri.

Diketahui, peristiwa penembakan terjadi pada Jumat 22 November 2024 dini hari. AKP Dadang diduga menembak korban hingga mengenai wajah korban, yakni bagian pelipis dan pipi.

AKP Ryanto lalu tewas di tempat akibat penembakan itu.(*)

 

Sumber: Berbagai sumber

No More Posts Available.

No more pages to load.