SWARAJAMBI, BATANGHARI – Satlantas Polres Batanghari telah merekap angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi dari Januari hingga September 2024 di Kabupaten Batanghari.
Berdasarkan rekap data tersebut dijumpai tren positif baru berupa penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Sepanjang periode tersebut tercatat ada sebanyak 105 kejadian dengan 21 orang meninggal dunia dibandingkan kasus di tahun 2023.
“Pada tahun 2023, periode yang sama ada 109 kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 30 orang. Artinya, angka kematian akibat laka lantas mengalami penurunan sekitar 30 persen di tahun 2024 ini,” ujar Kasat Lantas Polres Batanghari Iptu Agung Prasetyo, Selasa (1/10 2024).
Agung mengungkapkan penurunan tersebut menandakan kerja dan upaya yang dilakukan Satlantas Polres Batanghari dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan rekayasa Lalu lintas di wilayah hukum Polres Batanghari berhasil.
“Keberhasilan yang diraih ini tentu berkat kerjasama dengan instansi terkait dan masyarakat,” kata perwira pertama yang baru saja menerima penghargaan Satlantas terbaik se Polda Jambi ini.
Dari catatan Satlantas Polres Batanghari juga dijelaskan penyebab dari musibah laka lantas tersebut diakibatkan beberapa hal. Yaitu faktor manusia atau human error, faktor kendaraan, dan faktor prasarana dan lingkungan.
“Seperti lalainya pengendara baik roda empat dan roda dua saat berkendaraan yang mana pengendara mengantuk atau tak mengikuti rambu- lalu lintas yang ada. Juga bermain hape saat mereka berkendaraan. Untuk diketahui laka lantas yang terjadi, kebanyakan bertabrakan, ada lawannya. Dibandingkan laka lantas tunggal,” katanya.
Kepada masyarakat, Agung menghimbau agar sebelum berpergian untuk mengecek terlebih dulu kondisi kendaraannya apakah keadaan layak jalan atau tidak. Saat berkendara agar mematuhi rambu -rambu lalu lintas yang ada.
“Serta mengikuti arahan dari petugas Satlantas di jalan, terutama pengendara motor selalu gunakan helm saat berkendara,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Edwardi





