Kemarau, Ribuan Hektare Areal Persawahan di Batanghari Kekeringan

oleh -120 Dilihat
oleh
Roma Uliana

SWARAJAMBI, BATANGHARI – Ribuan hektare areal persawahan di Kabupaten Batanghari mengalami kekeringan dampak musim kemarau yang terjadi tahun ini. Sementara yang mengalami fuso atau gagal panen sekitar 248,65 hektare.

Hal itu disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Dinas Pertanian Pangan, dan Perikanan (P3) Kabupaten Batanghari Roma Uliana kepada wartawan diruang kerjanya baru-baru ini.

“Dari total 5000 hektare areal persawahan di Kabupaten Batanghari, ada 2.238 hektare yang alami kekeringan.

Dengan kategori ringan 998 hektare, 487 hektare kategori sedang, dan 503 hektare berat.

Yang fuso mencapai 248,65 hektare. Itu berdasarkan laporan akhir Agustus 2024,” ujar Roma Uliana.

Roma mengatakan hampir seluruh kecamatan yang terdampak akibat kekeringan.

“Yang fuso itu, usia tanamnya dua bulan,” katanya.

Kekeringan yang melanda lahan persawahan itu dipicu oleh kurangnya pasokan air akibat curah hujan yang sangat minim. Diketahui mayoritas lahan persawahan di Kabupaten Batanghari bergantung pada sistem tadah hujan.

Sebagai langkah mitigasi untuk mengatasi masalah tersebut Dinas P3 Kabupaten Batanghari telah mengambil sejumlah langkah strategis. Yakni membantu para petani dengan membuat sumur bor sebanyak 7 unit, irigasi perpompaan 7 unit, serta memberikan mesin Pompa Air sebanyak 113 unit dan mendapat tambahan 200 unit di daerah sawah yang mengalami dampak kekeringan tersebut.

“Itu makanya yang gagal hanya ratusan hektare. Alhamdulillah sawah yang digarap para petani masih terbilang berhasil dari mulai menanam hingga panen,” ujarnya.

Memasuki musim hujan sekarang ini diharapkan lahan yang terdampak kekeringan pulih.

“Musim hujan ini tentu menjadi berkah tersendiri untuk para petani yang selama ini terdampak kekeringan,” pungkasnya.(*)

Pewarta: Edwardi

No More Posts Available.

No more pages to load.