Bertemu Keluarga PMKS, Satpol PP Batanghari Terapkan Asas Toleransi dan Humanis

oleh -185 Dilihat
oleh
Satpol PP Kabupaten Batanghari menerapkan humanis dan toleransi saat menghadapi para PMKS.

SWARAJAMBI, JAMBI – Saat mengadakan patroli rutin ketentraman dan ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kabupaten Batanghari mendapati dua keluarga yang berasal dari luar daerah atau pendatang di kawasan Jalan Sudirman, Muarabulian, Rabu (14/8/2024).

Dua keluarga yang diduga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) itu mendiami pondok yang ditengarai mereka bangun sendiri. Pondok tersebut nonpermanen dan ala kadarnya, berdiri di lahan kosong.

Kabid Opsdal Trantibum Satpol PP Batanghari Supriadi Harahap mengatakan, dua keluarga PMKS itu, yang satunya terdiri dari suami, istri dan anak. Yang keluarga lainnya, hanya suami dan istri. Mereka berasal dari Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

“Mereka sudah dua hari disitu. Mereka tidak bisa menunjukan KTP atau identitas lainnya. Tapi, mereka mengakui dari Sumatera Utara dan Sumatera Selatan,” ujar Harahap.

“Mereka datang dengan gerobak motor. Dan mendirikan gubuk disitu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Harahap melanjutkan bahwa pihaknya  mendapatkan informasi dari masyarakat setempat tentang aktivitas dua keluarga PMKS itu.

“Dua hari lalu, kami dapat informasi dari masyarakat. Katanya, mau makan mereka ini meminta- minta di rumah makan yang ada di Jalan Baru. Kemudian minta sumbangan kepada pengendara di jalan itu,” ujarnya.

Dengan menerapkan asas toleransi dan humanis, Harahap memberikan dua opsi kepada mereka. Opsi pertama, pergi dari lokasi tanpa paksaan sampai keluar wilayah Kabupaten Batanghari. Opsi kedua, membawa mereka ke Dinas Sosial dan dimasukan ke panti sosial.

“Akhirnya mereka memilih keluar dari wilayah Kabupaten Batanghari. Kita giring melalui Kecamatan Bajubang sampai perbatasan Muarojambi,” terang Harahap.

Tapi, sambung Harahap, sebelumnya ada dibuat perjanjian tertulis dan ditanda tangani mereka. Yang isinya, apabila kembali lagi akan ditangkap dan diserahkan ke Dinas Sosial.

“Mereka setuju. Kepada tim, keluarga PMKS itu bilang akan kembali ke daerah asalnya,” ujarnya.

Menurut Harahap, patroli yang mereka gelar rutin setiap hari. Hal ini untuk menciptakan rasa. nyaman masyarkat dan tertib.

“Kita tetap mengedepankan asas humanis dan toleransi. Karena para PMKS ini kan manusia juga. Berhak untuk mencari makan, mungkin caranya saja berbeda dengan meminta- minta setiap hari,” pungkasnya.(*)

 

Pewarta: Edwardi

No More Posts Available.

No more pages to load.