Pemkot Jambi Terus Berupaya Kendalikan Inflasi

oleh -198 Dilihat
oleh
TPID Kota Jambi ikut rapat koordinasi secara virtual bersama Kemendagri membahas inflasi daerah.

 

SWARAJAMBI, JAMBI – Upaya meningkatkan koordinasi dan pengendalian inflasi terus dilakukan jajaran Pemkot Jambi, termasuk Tim Pengendali Inflasi Dearah (TPID) Kota Jambi, hingga tim Satgas Pangan Kota Jambi.

Ini ditandai dengan, ikut rapat koordinasi secara virtual bersama Kemendagri, Senin 8 Juli 2024.

Sekda Kota Jambi, A Ridwan yang didampingi Asisten III Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jambi, Amiruddin menyebutkan, dalam rakor tersebut, mengenai penanganan inflasi, ada beberapa daerah yang diumumkan memiliki nilai inflasi tertinggi.

“Alhamdulillah Kota Jambi tidak masuk,” kata dia, kemarin seusai rapat.

Meski begitu lanjut A Ridwan, hal ini tetap menjadi perhatian pihaknya, agar lebih waspada kedepannya dalam penanganan sejumlah komoditi yang harganya bakal naik.

“Terus memantau, memonitor melalui TPID soal perkembangan harga di pasar,”sebutnya.

Tak hanya soal memonitoring harga di pasar. Namun juga Kota Jambi, telah menjalin sejumlah kerja sama dengan beberapa daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Ini dilakukan agar, biaya atau harga kebutuhan pangan tersebut dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat.

“Kita terus melakukan kerja sama, termasuk kegiatan untuk melengkapi untuk penanganan inflasi. Baik dari beberapa dinas, dan beberapa kabupaten kota,” jelasnya.

“Kita saling mengisi ya, untuk penanganan inflasi tersebut. Ya kalau seperti bawang, kita kerja salam dengan Brebes, Sleman dan tidak menutup kemungkinan juga Kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi,” terangnya.

Jelasnya, kerja sama ini tidak semata-mata soal penanganan inflasi saja. Namun juga untuk, mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Kita mendapatkan gambaran, berupa banyak masyarakat, banyak pilihan. Nah tapi kalau stok barang sangat langka, coba itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Sehingga harga bisa stabil, kompetisi bisa juga teratasi,” jelasnya.

Sebelumnya, meski pada bulan Juni 2024, Kota Jambi alami deflasi, namun Sekda Kota Jambi, A Ridwan tetap mewanti-wanti, agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jambi tetap waspada.

Termasuk seluruh stakeholder terkait, yang terlibat langsung dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Jambi.

Ini disampaikan A Ridwan, seusai memimpin rakor tentang penanganan Inflasi daerah, sekaligus mendengarkan arahan dari Mendagri terkait langkah kongkrit penanganan inflasi dan menjaga standar harga serta pasokan pangan daerah.

“Dengan adanya penurunan angka inflasi di Kota Jambi, ya kita terus waspada,” kata dia, kemarin.

Lanjut Ridwan, TPID Kota Jambi juga, tiap minggu melakukan rapat koordinasi, menyikapi arahan dari Kemendagri soal kondisi inflasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Berarti kita melakukan interest, terus memantau perkembangan. Termasuk saran Pj Walikota Jambi, setiap TPID beliau merasa terus melakukan upaya intervensi terhadap kondisi-kondisi tersebut,” terangnya.

“Jangan hanya menunggu. Sudah banyak yang kita lakukan selama ini, karena intervensi selalu mengontrol masalah di pasar-pasar,” jelasnya.

Lebih lanjut sebut Ridwan, kondisi deflasi di Kota Jambi ini, tidak terlepas kerja sama TPID Kota Jambi, yang telah bekerja maksimal.

“Kita selallu turun ke lapangan, kepada sub agen-agen. Sama juga soal masalah kelanggakaan gas, ini tetap kita antisipasi,” jelasnya.

Angka inflasi Kota Jambi periode Juni 2024, mengalami penurunan dari 3,22 persen menjadi 2,89 persen. Hal itu disebabkan karena terkendalinya harga komoditi bahan pokok, saat hari raya Idul Adha kemarin.

“Kondisi itu membuat Kota Jambi keluar dari 10 besar angka tertinggi inflasi tingkat nasional. Kemudian angka inflasi Kota Jambi menjadi yang terendah di Provinsi Jambi,” bebernya.

“Berbagai upaya juga telah dilakukan, dari mulai gelar pasar murah, sidak pasar, sidak gudang pasokan bahan pokok, dan upaya lainnya,” bebernya.

Yang jelas ditegaskan Ridwan, TPID Kota Jambi, juga terus berupaya mengendalikan inflasi. Kemudian juga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jumlah pasokan bahan pokok.(*)

Pewarta: Rijal

No More Posts Available.

No more pages to load.