Mahasiswi Loncat Bunuh Diri dari Lantai 12 Gedung Bank Jambi

oleh -249 Dilihat
oleh

 

SWARAJAMBI, JAMBI – Diduga stres, mahasiswi ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari lantai 12 Caffe Rindu Senja Gedung Mahligai Bank Jambi, Minggu (14/7/2024) sekira pukul 22.00 WIB. Mahasiswi tersebut berinisial SAS.

Korban merupakan warga Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, yang merantau ke Jambi untuk berkuliah. Dia diketahui ngekos di kawasan Mendalo, Muaro Jambi.

Kapolsek Telanaipura AKP S Harefa membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, saat itu korban datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Kemudian naik ke lantai 12 Gedung Mahligai Bank Jambi tepatnya di Caffe Rindu Senja.

Saat itu korban duduk sendiri. “Sekitar pukul 21.20 WIB terlihat dari rekaman CCTV di dalam Caffe Rindu Senja, terlihat gestur korban gelisah dan melihat kearah belakang pandangan (arah pinggir gedung lantai 12),” ujar Harefa.

Lalu, korban pun terlihat berjalan kearah belakangnya (pinggir gedung lantai 12). Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB salah seorang yang hendak menutup portal depan melihat ada seseorang yang terbaring di lantai.

“Lalu sesama piket security melihat korban. Saat melihat korban, terlihat seorang perempuan sudah terbaring di halaman Bank Jambi,” jelasnya.

Setelah itu, salah seorang bersama security naik keatas lantai 12 dan memberitahu kepada karyawan Caffe bahwa ada mayat perempuan yang diduga jatuh dari lantai atas.

“Dari keterangan karyawan Caffe itu, bahwa benar korban sebelumnya duduk sendiri. Saat itu karyawan Caffe tidak melihat, karena korban duduk di tempat duduk bagian luar Caffe yang memang saat itu hanya seorang diri,” sebut Harefa.

Ia menduga korban bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 12 Gedung Mahligai Bank Jambi.

“Saat anggota datang, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia posisi terlungkup. Dari kepala juga mengeluarkan darah,” ujar Harefa, menjelaskan.

Dia menyampaikan, berdasarkan keterangan pihak keluarga dugaan motif korban melakukan perbuatan bunuh diri dikarenakan ada permasalahan atau stress.

“Keterangan dari keluarga yang di Jambi dekat kostan korban, bahwa dugaan awal motifnya dikarenakan ada permasalahan pribadi dan mengatakan sedang ada masalah. Sehingga stress seperti ada yang dipikirkan dan dari laptopnya ada surfing website tentang cara bunuh diri,” ungkapnya.

Pihak keluarga korban meminta untuk dilakukan VER luar dan menolak autopsi, karena jenazah korban ingin segera disemayamkan.

Sementara itu, pihak pengelola Gedung Mahligai Bank Jambi Raden Azwar mengatakan, atas kejadian ini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Untuk semuanya sudah kita serahkan kepada Polsek Telanaipura,” katanya

Untuk sementara waktu, kata dia, Caffe Rindu Senja ditutup menjelang mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

“Sudah kita tutup sementara, kalau kasus ini sudah selesai kita buka kembali,” pungkasnya.(*)

Editor: Darmanto Zebua

No More Posts Available.

No more pages to load.